Sunday, September 6, 2015

Friday, September 4, 2015

Enam Kebohongan Mama

Mama dlm hidupnya membuat 6 kebohongan:

1. Saat makan, jika makanan kurang, ia akan memberikan makanan itu kepada anaknya dan berkata, “Cepatlah makan, Mama tidak lapar.”

2. Waktu makan, ia selalu menyisihkan ikan dan daging untuk anaknya dan berkata, “Mama tidak suka ikan, makanlah, nak..”

3. Tengah malam saat melihat dia sedang menjahit pakaian untuk mencari penghasilan buat keluarga, Ia berkata, “Cepatlah tidur, Mama masih belum ngantuk..”

4. Saat anak-anak sudah tamat dan bekerja di kota besar, mereka mengirimkan uang untuk Mama. Ia juga berkata, “Mama masih punya uang.”

5. Saat anak-anak sudah sukses, mereka menjemput mamanya untuk tinggal di kota besar, Ia lantas berkata, “Rumah tua kita sangat nyaman, Mama tidak terbiasa tinggal di sana.”

6. Saat menjelang tua, mama sakit keras, hanya bisa beristirahat, anak-anaknya akan menangis, tetapi Mama masih bisa tersenyum sambil berkata, “Jangan menangis, Mama tidak sakit.” Ini adalah kebohongan terakhir yg dibuat Mama.

Tidak peduli seberapa kaya kita, seberapa dewasanya kita, Mama selalu menganggap kita anak kecil, mengkhawatirkan diri kita tapi tidak pernah membiarkan kita mengkhawatirkan dirinya. Semoga semua anak-anak di dunia ini bisa menghargai setiap kebohongan Mama, setiap saat juga mensyukuri kebesaran seorang Mama

Pentingnya Science Dalam Pendidikan

otak kiri dan kanan
Gue yakin hampir semua orang di dunia setuju bahwa pendidikan itu penting. Tetapi apa sebenarnya tujuan pendidikan itu? Pendidikan yang bagaimana yang seharusnya diberikan kepada para pelajar? Dan mengapa science itu menjadi salah satu bagian penting dalam mencapai tujuan pendidikan tersebut? Artikel singkat ini gue tulis sebagai usaha untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.

Tujuan Pendidikan
Sebagian besar orang masih beranggapan bahwa tujuan pendidikan itu adalah untuk mencari kerja. Nasehat-nasehat seperti “belajar yang rajin, supaya nanti bisa cari kerja, punya banyak uang, dan bahagia” masih sering terdengar dimana-mana. Tetapi benarkah pendidikan itu hanya bertujuan untuk mendapatkan pekerjaan dan bisa memiliki penghasilan?
Kalau kita teliti lebih jauh, pendidikan memiliki benefit jauh lebih banyak dari itu. Pendidikan menciptakan manusia yang lebih berarti baik itu sebagai pekerja, sebagai pemilih dalam masyarakat yang demokratis, sebagai pemikir, sebagai penerima informasi, sebagai penduduk yang bertanggung jawab, sebagai pribadi yang sehat dan bahagia, sebagai manusia dewasa yang berada dalam masyarakat yang terbuka dan progresif. Secara singkat, pendidikan itu menjadikan kita a better person.
Semua benefit itu tidak diperoleh dengan membatasi pendidikan hanya untuk survival di dunia kerja. Tetapi diperoleh dengan membangun kebiasaan belajar yang berkelanjutan kepada peserta didik. Salah satu kebiasaan belajar yang paling penting untuk ditanamkan sejak dini adalah kebiasaan untuk berpikir kritis.

Logika Sebagai Perangkat Berpikir kritis
Kritis dalam berpikir adalah salah satu karakter yang diharapkan dari orang yang terdidik dengan baik. Kritis bukan berarti terus-terusan skeptis terhadap informasi. Tetapi kritis berarti mengerti bagaimana suatu informasi itu dapat dievaluasi kebenarannya. Hal ini sangat penting karena sebagian besar keputusan yang kita lakukan dalam hidup kita sangat bergantung dengan informasi yang kita terima dan bagaimana kita mengolah informasi tersebut.
Perangkat untuk berpikir kritis tidak lain adalah logika. Logika adalah kumpulan aturan yang harus diikuti ketika kita mengevaluasi suatu informasi apakah informasi tersebut benar atau salah. Secara general, logika terbagi menjadi dua jenis, yaitu logika induksi dan logika deduksi, yang nggak akan gue bahas di artikel, bakal gue jelasin lebih lanjut.
Permasalahan Dalam Mengajarkan Logika
Meskipun kita sudah mengetahui bahwa logika adalah perangkat yang penting dalam berpikir kritis, membangun kebiasaan siswa untuk berpikir kritis dengan logika bukanlah hal yang mudah. Hal ini terjadi karena “mengajarkan logika” tidak menjamin siswa bisa “menerapkan ilmu logika”. Begitu juga “mengajarkan kesalahan-kesalahan dalam berlogika” tidak menjamin siswa bisa “terhindar dari kesalahan berlogika”.
Logika adalah sekumpulan aturan yang digunakan untuk mengevaluasi informasi. Tetapi aturan-aturan ini tidak dengan mudah dipelajari begitu saja. Para peneliti dari Evolutionary Psychologymenunjukkan bahwa manusia lebih mudah menggunakan logika jika itu diterapkan pada konteks yang sudah dia kuasai.
Pentingnya Konteks
Seorang anak SD pun sering kali membutuhkan konteks untuk memahami sesuatu. Gue sendiri pernah memberikan tes kepada seorang anak SD. Gue tanya “Berapa 3000 dikali 2?” dan dia nggak bisa jawab. Tetapi ketika gue berikan konteks: Kalau mau beli 2 apel yang masing-masing harganya adalah Rp 3000,-, berapa uang yang harus dibayar? Anak ini jawab dengan sangat cepat: Rp 6000,-.
Begitu juga ketika kita mengajari logika. Untuk kasus yang abstrak, orang dewasa pun masih sulit memahami aturan logika. Tetapi untuk konteks yang sudah familiar, hampir semua orang bisa menggunakan aturan-aturan logika tersebut. Salah satu contoh terkenal dalam disiplin ilmuPsychology of Reasoning adalah kasus “Wason Selection Task” yang selengkapnya bisa dilihat di wikipedia (gue sendiri pernah bikin contoh mirip ini di facebook).
Science Sebagai Konteks dari Berpikir Kritis Menggunakan Logika
Science bisa tidak ada gunanya bagi seseorang jika dipelajari dengan cara yang salah; Menghafal rumus tanpa mengerti konsep, menghafal berbagai metode untuk mengerjakan soal, dan sebagainya adalah salah satu contoh bentuk kesalahan dalam mempelajari science.
Tetapi science juga bisa sangat sangat dekat dengan kehidupan seseorang jika kita bisa menerapkan metode berpikir saintifik dalam mengevaluasi informasi yang kita terima.
Suatu teori pada science harus didukung dengan bukti (evidence) yang kuat. Antara teori yang satu dengan yang lainnya harus kompatibel, tidak boleh ada pertentangan. Begitu juga ketika mengajukan hipotesis baru. Suatu kejadian bisa diprediksi dengan mendeduksi dari teori yang sudah diketahui. Korelasi antara dua kejadian atau lebih bisa terlihat dari data statistik. Dan sebagainya.
Proses mempelajari science dengan benar akan melatih kita menggunakan prinsip-prinsip logika dalam mengevaluasi apakah informasi yang kita peroleh itu benar atau salah. Proses pelatihan ini akan mengasah ketajaman kita dalam berpikir kritis dan menggunakan logika.


Jadi ketika seorang bertanya kepada gue, “Apa pentingnya gue belajar science?” Jawaban gue: tergantung cara belajarnya. Kalau cuma menghafal rumus sih sebenernya jadi nggak penting. Tapi belajar science dengan benar bisa melatih kita berpikir dengan menggunakan prinsip-prinsip logika. Ini adalah pondasi yang sangat penting ketika kita ingin mempelajari disiplin ilmu apapun. Kemampuan kita mengevaluasi informasi juga akan mempengaruhi keputusan-keputusan kita mengenai “makanan apa yang sehat untuk gue”, “olahraga apa yang harus gue lakukan”, “pekerjaan apa yang baik untuk gue”, “bagaimana gue bisa secara efektif berkontribusi untuk masyarakat”, dan sebagainya.
Well… Intinya gue cuma mau bilang kalau pondasi science yang kuat akan mempermudah lo untuk menjadi a better person. Itu sebabnya science penting dalam pendidikan. Itu aja sih…

8 Pekerjaan keren yang membutuhkan matematika

Banyak orang mengeluh ketika berhadapan dengan matematika. Kesulitan menghafal beragam rumus dan tak mampu menyelesaikan berbagai bentuk soal hitungan membuat anak-anak merasa tertekan jika harus berhadapan dengan matematika.Apalagi guru matematika pada umumnya galak sehingga mengurangi semangat belajar. 

Padahal, jika saja matematika disajikan dengan cara yang lebih menarik (misalkan dengan perumpamaan permainan dan contoh kasus secara nyata), anak-anak pastiakan lebih tertarik dan mudah mengerti. Mereka pun tentu lebih terdorong belajar matematika bila mengetahui betapa pentingnya matematika dalam pekerjaan.Berikut ini beberapa pekerjaan impian yang memerlukan kemampuan matematika yang mumpuni:

1. Animator

Sering berandai dapat menciptakan tokoh animasi seperti Walt Disney? Seorang animator ternyata tidak terbatas bekerja membuat komik dan film kartun. Berbagai hal yang membutuhkan desain seperti iklan pun bisa dikerjakan animator. Meski dikerjakan secara digital, pertimbangan hitungan segi bentuk yang proposional butuhperhatian yang cukup detail. Animator menggunakan aljabar linier untuk membuat benda berputar, bergeser dan juga membuat bentuknya lebih besar dan lebih kecil.

2. Insinyur robotika

Merangkai robot yang bertujuan membantu tugas manusia adalah salah satu pekerjaan yang selalu mengalami perubahan setiap hari. Kebutuhan manusia selalu berkembangsehingga pasar dunia berlomba-lomba untukmenciptakan inovasi robot yang terbaru. Matematika sangat dibutuhkan untuk menyatukan berbagai senyawa dan perhitungan yang membuat robot-robot tersebut bergerak.

3. Pilot pesawat tempur

Hampir setiap anak bercita-cita menjadi seorang pilot pesawat tempur. Pastikan dia benar-benar mahir dalam berhitung. Karena tak hanya menjalankan pesawat dengan aman sampai ke tujuan, pilot pesawat tempur diharuskan dapat melakukan atraksi memutar pesawat di angkasa dan siap tempur melawan musuh kapan pun. Pilot harus terbiasa menghitung dan mengambil keputusan secara cepat.

4. Arsitek

Para arsitek menyatakan betappentingnya matematika dalam menganalisis dan menghitung masalah struktural dalam merancang rangka sebuah gedung. Hal tersebut juga merupakan solusi memastikan bahwa struktur bangunan akan tetap berdiri dan stabil. Arsitek yang lemah dalam matematika merupakan sumber bencana.

5. Fotografer

Pekerjaan ini sebenarnya tidak berhubungan langsung dengan matematika. Namun bagaimana cara menghitung komposisi yang tepat sebelum membidik dan mengambil gambar adalah merupakan perpaduan yang sempurna untuk menghasilkan foto yang baik dan berbicara.

6. Desainer fashion

Potongan lekuk baju haruslah sesuai denganbadan dari orang yang memesan. Menjadi seorang desainer fashion ternyata tak segampang perkiraan kita. Menggabungkan kreativitas, ahli berhitung dan penguasaan kerapian jahitan akan menghasilkan baju yang tampak sempurna ketika dipakai.

7. Ahli pemrograman

Tentu Anda sudah mendengar tentang betapa kayanya Mark Zuckerberg karena Facebook. Melihat seriusnya perkembangan teknologi yang berkaitain dengan komputer dan Internet, dunia semakin membutuhkan ahli pemograman untuk membuat beragam aplikasi. Dengan matematika yang mencakup ke dalam berbagai topik dari studiteoritis algoritma dan perhitungan dapat membantu penerapan sistem komputasi dalam perangkat keras dan perangkat lunak.

8. Ahli forensik

Serial CSI mematahkan pemahaman kaku tentang ahli forensik yang memakai kacamata, berpakaian jas putih dan mengurusi mayat di rumah sakit. Menjadi ahli forensik mengundang rasa penasaran untuk tidak hanya bekerja menggunakan prinsip-prinsip matematika demi mengetahuilokasi korban ketika darah ditumpahkan namun juga untuk mencari tahu jenis senjataatau dampak yang terjadi dari cedera yang dialami korban.