Wednesday, June 24, 2015

10 SIKAP PRIA YANG DISUKAI OLEH WANITA

Bila Anda ingin menjadi seorang pria yang disukai oleh wanita,
khususnya oleh kekasih, Anda perlu mengetahui sikap apa saja
yang umumnya disukai oleh wanita.
Dengan pengetahuan ini, Anda bisa mengembangkan potensi
yang masih tersembunyi dan memperbaiki sikap yang kurang
disukai oleh wanita. Ketika sikap Anda semakin menyukakan
hatinya, maka cintanya pada Anda akan semakin besar.

1.Komunikatif
Menurut hasil riset, wanita memerlukan lebih banyak waktu untuk
bicara can diajak bicara dibandingkan dengan pria. Wanita
menyukai pria y ang komunikatif dan selalu punya bahan
pembicaraan yang menarik. Pria yang humoris tentu saja punya
nilai plus di mata wanita.

2.Perhatian
Wanita menyukai pria yang penuh perhatian. Perhatian yang wajar
dan tulus bisa membuat wanita merasa dihargai dan disayangi.
Bila disampaikan pada saat yang tepat, perhatian yang kecil pun
bisa meninggalkan kesan yan manis dan tak terlupakan.

3.Pengertian
Pria yang penuh pengertian tidak suka memberi ceramah panjang
lebar, memasang wajah cemberut atau marah besar untuk
mengubah kebiasaan buruk kekasihnya. Ia selalu siap
memanfaatkan kesalahannya, berusaha mentolerir kelemahannya,
berupaya memenuhi keinginannya, mencoba melihat dari sudut
pandangnya, dsb.

4.Tegas
Wanita memerlukan seorang pendamping yang bisa bersikap
tegas dan bisa mengambil keputusan. Misalnya, ketika bingung
untuk memilih, wanita memerlukan Anda untuk membantunya
mengambil keputusan. Laki-laki yang plin-plan, ragu-ragu dan
susah memgambil keputusan biasanya kurang dihargai.

5.Tegar
Wanita mengagumi pria yang bersikap tegar dan berjiwa besar.
Ketegaran tidak tampak ketika segala sesuatu berjalan lancar.
Justru ia diuji ketika ada masalah, ketika hubungan terancam
putusa, ketika ujian gagal, ketika terjadi PHK, dsb. Pria yang
mudah menyerah, putus asa dan frustasi tidak menarik bagi
seorang wanita. Bagaimana mungkin aku akan berlindung pada
seorang bayi yang rapuh!

6.Menghormati Wanita
Wanita akan menghormati pria yang menghormatinya. Kapan
wanita merasa dihormati? Ketika dia dibukakan pintu dan
dipersilahkan masuk duluan, ketika beban yang diangkatnya
diambil alih, ketika dia tidak dibiarkan menunggu terlalu lama,
ketika dia dipuji di depan orang lain, ketika hasil karyanya
dihargai, dsb.

7.Melindungi Wanita
Meskipun suka dilindungi, namun wanita tidak menyukai
perlindungan yang over dan kaku. wanita tidak merasa dilindungi
bila kemana-mana selalu dikawal, diawasi atau dimonitor
meskipun dengan dalih demi keselamatanmu. Wanita juha tida
suka terlalu diatur dan dilarang meskipun dengan alasan demi
kebaikanmu. Wanita menghargai perlindungan yang lembut.
Misalnya, berjalan atau menyeberang pada posisi aman, ditemani
ketika dia merasa ketakutan, diantar ke dokter ketika dia sakit,
didampingi ketika dia naik jet coster, dsb.

8.Menghargai Wanita
Wanita ingin dihargai dan diperlakukan oleh kekasihnya. Dia tidak
suka mendampingi pria yang berkesan tidak terlalu
menghargainya. Kapan dia merasa dihargai? Ketika dari luar kota
Anda meneleponnya dan bilang Aku merindukanmu, ketika Anda
meminta pendapatnya, ketika Anda tidak menyembunyikan
seseuatu dengan alasan itu urusan laki-laku, dsb.

9.Simpatik
Pria yang simpatik tidak hanya bersikap baik kepada kekasihnya,
tapi juga kepada keluarga kekasihnya, kepada teman-temannya
dan kepada orang lain. Dengan demikian dia membuktikan bahwa
kebaikannya bukan sandiwara, tapi benar-benar kebiasaan dan
sifatnya.

10.Romantis
Pria yang romantis biasanya bersikap manis, memperlakukan
kekasihnya dengan lembut, memanggilnya dengan sebutan yang
romantis, memberi bunga pada hari-hari spesial, dsb. Meski tidak
setampan Tom Cruise, Brad Pitt dan selembut Richard Gere, setiap
pria perlu belajar untuk bersikap romantis. Mengapa? Karena pria
yang romantis adalah pria idaman wanita.

Tuesday, June 23, 2015

Faktor penyebab 400 ribu lulusan sarjana S1 menganggur !!

Ya benar, data terkini menunjukkan sebanyak 400 ribu lulusan sarjana S1 menganggur. Setiap hari mereka berjibaku mengirim lamaran kerja, berdesakan di setiap acara Job Fair sekedar mengambil formulir pendaftaran. Dengan peluh di sekujur tubuh. Dengan wajah kusut dan rasa frustasi.Tak ada yang lebih pedih daripada menjadi seorang pengagguran.

Apalagi pengangguran terdidik. Masa kuliah 4 atau 5 tahun seperti terbuang sia-sia, juga biaya kuliah puluhan juta dari orang tua.Harga diri seorang yang jobless juga bisa termehek-mehek. Apalagi kalo nanti pas lebaran ditanya, oh sudah lulus ya, sekarang kerja dimana. Masih pengangguran bude. Pedih. Galau.

Jadi kenapa 400 ribu lulusan Sarjana S1 jadi pengangguran? Ada setidaknya lima alasan atau faktor kunci yang bisa menjelaskan kenapa banyak sarjana S1 yang jadipengangguran. Mari kita bedah satu demi satu

# 1 : Low Economic Growth.
Pada akhirnya, elemen ini adalah salah satu faktor kunci yang menentukan angka pengangguransebuah negara.Sejatinya, berdasar rumus standar internasional, angka pengangguran di Indonesia hanyasekitar 5.81%, masih relatif bagus,dibanding misalnya angka pengangguran di Perancis yang tembus 9% atau bahkan di Spanyol yang lebih ngeri, 23%.Idealnya, angka pengangguran itusebaiknya 3%. Kalau lebih rendah malah bisa bahaya, karena industri atau perusahaan akan sangat kesulitan mencari tenaga kerja baru.Nah untuk mencapai angka pengangguran yang ideal, butuh pertumbuhan ekonomi yang mak nyus, atau sekitar 8 – 10%. Data terakhir pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya sekitar 4.7%. Masih jauh dari harapan.Btw, di negara-negara maju, pertumbuhan ekonomi sebesar 3% sudah dinilai sangat bagus. Untuk negara emerging countries seperti India, China dan Indonesia,pertumbuhan yang dianggap fenomenal adalah 7% keatas (India dan China bisa melakukannya berulang kali. Indonesia belum).Pertumbuhan ekonomi yang kurang bagus membuat industri dan perusahaan enggan melakukan ekspansi. Artinya kebutuhan tenaga kerja baru juga stagnan. Muncul-lah barisan masif pengangguran Sarjana S1

# 2 : Overqualified Skills.
Secara mengejutkan data menunjukkan secara persentase, jumlah lulusan S1 yang menganggur ternyata lebih tinggi dibanding lulusan SMK/SMA atau bahkan SLTP (maksudnya dari total lulusan Sarjana, persentase yang menganggur lebih banyak dibanding lulusan SMA/SMK).Dengan kata lain, secara persentase, lulusan SMA/SMK lebih banyak yang terserap dalamlapangan kerja dibanding lulusan S1 (waduh, ngerti gitu dulu ndak usak kuliah yak. Uhuk).Kenapa bisa begitu? Simpel : karena kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan banyak industri di tanah air ya cukup sebatas lulusan SMK/SMA. Ribuan pabrik di Indonesia masih berada pada level “tukang jahit”, belum melangkah ke fase yang lebih advance.Karena kelasnya masih hanya tukang jahit, ya butuhnya cukup lulusan SMA/SMK. Ngapain lulusan S1. Nanti malah sok gengsi dan minta gaji mahal. Uhuk.Demikian juga, di sektor perdagangan. Ribuan toko yang ada di pasar, mal, dan ruko hanya butuh penjaga toko yang lulusan SMA saja. Memang lulusan S1 mau suruh jaga toko HP di Roxy? Malu keleus.

# 3 : Too Many Social Graduates.
Di tanah air ini mungkin terlalu banyak lulusan jurusan sosial humaniora (ekonomi, manajemen,hukum, sospol, sastra, dst, dst).Di hampir semua kampus di Indonesia pasti ada fakultas Hukum dan Ekonomi. Padahal mungkin kebutuhan lulusan dua fakultas ini tidak sebanyak pasokan jumlah sarjana yang lulus. Over supply. Akhirnya jadi pengangguran.Demikian juga, ribuan sarjana sosial lulus, dan menemui fakta bahwa gelar yang mereka pegang ternyata tidak laku di pasaran. Akhirnya jadi pengangguran lagi.Di sisi lain, sebenarnya kita sangat kekurangan jumlah sarjana teknik (engineering). Kita kekurangan sekitar 120 ribu insinyur padahal ada ribuan KM jalan raya dan ribuan megawatt listrik yang akan dibangun. Masakyang harus bangun jalan tol dan listrik, lulusan Sarjana Sastra Jawa.Btw, studi World Bank menunjukkan jumlah lulusan engineering sebuah negara berbanding lurus dengan kemajuan bangsa itu. Secara persentase, lulusan sarjana teknikdi Jepang, Korea, Taiwan dan China sangat tinggi. Tak heran mereka jadi negara maju.

# 4 : Stupid Graduates.
Selain faktor-faktor makro sepertidiatas, mungkin banyak pengangguran karena faktor sarjananya sendiri yang tulalit. Maksudnya banyak lulusan Sarjana S1 yang penguasaan teori dan kapasitas intelektualnyatidak kapabel.Banyak orang suka bilang, wah percuma kuliah itu hanya teori. Inistatement yang agak bodoh.Untuk menjadi sarjana top ya penguasaan teori atas bidang ilmu-mu harus benar-benar ngelothok. Anda tidak akan mungkin bisa menjadi profesionalhebat kalau penguasaan teori-muamburadul.Kalau Anda mau jadi Manajer Marketing yang hebat, ya Anda harus paham benar tentang teori perilaku konsumen, teori brandingdan teori strategi. Kalau Anda mau jadi manajer HRD yang hebatya Anda harus paham teori tentang human capital, teori tentang talent management, dst, dst.Sekali lagi, Anda hanya akan mudah menjadi jobless atau karyawan abal-abal jika penguasaan teori akan bidang kerjamu sangat buruk.Maka problemnya bukan “kuliah itu kebanyakan teori”. Problemnyajustru banyak lulusan S1 yang penguasaan teori –nya NOL BESAR. Wajar kalau mereka jadi pengangguran.Mungkin karena di era digital sekarang ini, mayoritas mahasiswa lebih asyik baca status di social media daripada baca buku berkualitas setebal 300 halaman. Lalu dengan seenaknya bilang, wah kuliah itu hanya teori doang.Teori doang gundulmu alus le.Kalau penguasaan teori para lulusan S1 itu abal-abal, ya wajar mereka jadi pengangguran.

# 5 : No Wow Factor.
Oke ini adalah faktor yang terakhir. Kalau faktor yang keempat menyangkut aspek kognitif (daya intelektualitas dan penguasaan ilmu dan teori), makafaktor yang kelima ini menyangkuthasil nyata : kebanyakan sarjana nganggur karena memang sama sekali tidak punya something wow. Hidupnya datar-datar saja, dan terlalu mainstream.Sudah penguasaan teorinya buruk, ditambah selama menjadi mahasiswa selama 4 – 5 tahun, tidak pernah menghasilkan sesuatu yang layak dijadikan “penambah nilai jual” dihadapan tim rekrutmen (mungkin saat jadi mahasiswa kerjanya cuma setor muka kuliah, pulang ke kosan, main game, sibuk socmed, hahahihi, setor muka kuliah lagi, begitu terus sampe lulus).Wong ndak punya something wowdan penguasaan teori buruk kok bermimpi diterima kerja di Chevron atau Citibank dengan gajipertama langsung 10 juta/bulan. Gaji 10 juta dari Hongkong ?!!Wow Factor ini memang tidak mudah direngkuh. Mungkin dibutuhkan kreativitas, daya juang, resourcefulness dan ketekunan untuk menciptakannya.Sayangnya, 95% mahasiswa tanah air mungkin tidak punya elemen-elemen pembentuk wow factor itu.Tanpa wow factor, seorang lulusan sarjana tidak akan bisa stand out above the crowd. Nasib dia akan sama dengan 400 ribuansarjana lainnya : masuk jadi penambah angka statistik pengangguran.

DEMIKIANLAH, lima faktor atau alasan kunci kenapa ratusan ribu lulusan Sarjana S1 jadi pengangguran. Sebagian karena alasan makro, sebagian karena faktor kompetensi diri para lulusannya sendiri.Pesan terakhir bagi mereka yang mungkin masih jadi pengangguran, atau adik, keponakan, teman atau saudara Anda yang masih jobless.You create your own future. You write your own storyline.

Sumber : kaskus

3 Mitos Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Mengecas Baterai HP

Saat kita pertama kali membeli sebuah handphone sering kali sang penjual menyuruh kita untuk melakukan pengecasan selama 6-8 jam penuh alias semalaman, tujuannya agar baterai menjadi lebih awet dan dapat digunakan selama bertahun-tahun.

Tidak hanya itu mitos-mitos tentang cara mengecas baterai hp sering kali terdengar seperti melakukan deep charge, smartphone tidak perlu dimatikan dan sebagainyaMitos-mitos yang beredar tersebut sering kali membuat kita bingung tentang mana yang benar dan harus diikuti.

Perlu diketahui bahwa perkembangan teknologi baterai sudah mengalami kemajuan yang pesatdari 10 tahun yang lalu. Kini sebagian produsen hp seperti Apple, Samsung, LG, Sony dan lainnya sudah menggunakan baterai berjenis lithium-ion yang rata-rata akan tahan selama 3 sampai 5 tahun masa pemakaian. Oleh karena itu kini saya menulis tentang 3 mitos yang perlu anda ketahui tentang mengecas Baterai HP.

1. Mitos melakukan pengecasan 6-8 jam nonstop saat hp pertamakali dibeli.

Sampai sekarang ini masih banyak orang yang mempercayaihal ini. Bahkan seringnya kalimat"Melakukan cas 6-8 jam nonstop" keluar dari mulut penjual handphone membuat hal ini melekat erat di otak pembeli dan mereka merasa bahwa hal ini adalah hal yang benar.Baterai hp saat pertama kali dibeli biasanya hanya berisi dayasekitar 40-60% saja, kenapa begitu ? Tentu saja pabrik juga memiliki alasan sendiri kenapa tidak mengisi baterai sampai penuh saat akan dijual.Baterai jaman sekarang kebanyakan sudah memiliki teknologi pintar dimana dia akan mematikan pasokan listrik secara otomatis saat baterai sudah penuh daya. Ibaratkan saja sebuah baterai seperti sebuah gelas kosong, jika gelas sudah penuh air maka sebanyak apapun anda mengisi air tentu jumlah air didalam gelas akan tetap sama saja.

Jadi selama apapun anda mengisi daya baterai bahkan sampai berjam-jam pun tidak akan memberikan efek apa-apa terhadap baterai itu sendiri jika baterai sudah penuh. Tindakan tersebut bahkan mungkin cenderung akan merusak baterai.Jika anda tidak percaya maka anda bisa membuka buku user guide (buku petunjuk pengguna) yang ada didalam kotak hp. Silahkan cari petunjuk tentang cara mengisi baterai yang benar. Apakah pihak pabrik menganjurkan anda mengisi baterai selama 8 jam lebih saat pertama kali membeli ? Tentu tidak bukan ? Pabrik tentu lebih pintar dan lebih tahu tentang produknya ketimbang para penjual hp.Kesimpulannya : Cabut kabel charger saat baterai sudah penuh terisi daya dan jangan melakukan tindakan sia-sia seperti mengecas hp selama 8 jam lebih.

2. Jangan mengecas hp jika baterai belum benar-benar habis atau dalam kondisi 0%.

Ini adalah salah satu mitos yang salah kaprah tentang mengecas hp. Para pabrikan smartphone besar seperti Samsung dan Apple bahkan tidak menyarankananda melakukan deep charge seperti ini. Baterai berjenis Lithium-ion malah akan mengalami kondisi tidak stabil bila dayanya benar-benar habis atau 0%.Kesimpulan :Lakukan pengecasan bila daya baterai sudah mencapai 10%. Hal tersebut akan membuat baterai akan bertahan lebih awet.

3. Smartphone tidak perlu dimatikan sama sekali.

Smartphone memang sebuah mesin tetapi sebuah mesin juga perlu untuk istirahat layaknya manusia. Ada baiknya anda mematikan smartphone sekali dalam seminggu atau 3 hari sekali selama beberapa menit. Mematikan smartphone berguna agar sistem dapat melakukan reboot secara normal yang berdampak positif terhadap baterai.Selain itu mungkin anda perlu mempertimbangkan untuk mematikan smartphone saat anda sedang tidur untuk mengindari masalah kesehatan yang diakibatkan signal seluler.

10 SIKAP WANITA YANG DISUKAI OLEH PRIA

Bila Anda ingin menjadi seorang wanita yang disukai oleh pria,
khususnya oleh kekasih, Anda perlu mengetahui sikap apa saja
yang umumnya disukai oleh pria. Dengan pengetahuan ini, Anda
bisa mengembangkan potensi yang masih tersembunyi dan
memperbaiki sikap yang kurang disukai oleh pria.
Ketika sikap Anda semakin menyukakan hatinya, maka cintanya
pada Anda akan semakin besar.

1. Keibuan
Banyak pria yang terpikat pada wanita yang bersikap keibuan,
lembut, perhatian dan penuh kasih sayang. Perlakuan wanita yang
keibuan bisa membuat pria merasa aman ketika sedang
ketakutan, tentram ketika sedang gelisah dan senang ketika
sedang ingin dimanja. Tidak usah menunggu sampai melahirkan
untuk memunculkan sifat keibuan. Bagaimanapun kepribadiannya,
setiap wanita punya potensi keibuan.

2.Kekanak-kanakan
Dalam batas kewajaran, sifat kekanak-kanakan seorang wanita
bisa menjadi daya tarik tersendiri di mata pria. Tentu saja bukan
sifat anak kecil yang negatif dan menjengkelkan, tapi yang
menyenangkan. Misalnya, kemanjaan seorang wanita bisa
membangkitkan naluri kebapaan dan kejantanan seorang pria.
Keceriaan wanita bisa membuat pria lebih bergairah. Dan antusias
wanita bisa membuat pria lebih menikmati hidup.

3.Pengertian
Sikap pengertian seorang wanita membuat pria merasa dihargai
dan diterima sebagai mana adanya. Sikap ini tercermin dari
adanya tenggangrasa, mudah memaafkan, memilih waktu yang
tepat bila hendak mengkritik, dsb. Misalnya, ketika menduga
kekasihnya berbuat salah, wanita yang pengertian tidak langsung
menghujaninya dengan kata-kata kasar, namun mencoba
mengerti dulu duduk persoalannya.

4.Menghargainya
Wanita yang bisa menghargai pria adalah wanita dambaan pria.
Berbeda dengan wanita yang suka diperlakukan dengan lembut,
pria umumnya lebih suka dihargai. dipuji dengan tulus dan diberi
kepercayaan. Penghargaan dari seorang wanita bisa membuat pria
merasa bangga dengan dirinya dan lebih percaya diri.

5.Memperhatikan Penampilan
Pria menyukai wanita yang memperhatikan penampilan.
Penampilan menunjukkan kadar penghargaan seorang wanita
kepada dirinya. Tidak jadi masalah apakah dia tampil sensual,
natural, sportif atau romantis.

6.Komunikatif
Pria menyukai wanita yang komunikatif, yang enak diajak bicara.
Meski topik pembicaraan yang disukai pria umumnya berbeda
dengan yang diminati wanita, namun wanita yang komunikatif
bisa mengimbanginya. Ia tidak hanya menjadi pendengar yang
pasif, tapi aktif merespon lawan bicaranya. Ia tahu bagaimana
menjadi pendengar yang baik, bagaimana mengalihkan
pembicaraan yang terlalu serius dan bagaimana membuat
pembicaraan menjadi lebih menarik.

7.Supel
Wanita yang supel, ramah dan suka bergaul mempunyai nilai plus
di mata pria. Wanita yang supel tahu bagaimana menghadapi
orang yang lebih tua dan bagaimana memperlakukan orang yang
lebih muda. Ketika menghadapi situasi baru, meski pada mulanya
tampak grogi, namun dia dapat segera menyesuaikan diri.

8.Menghormati Diri Sendiri
Pria sangat menghormati wanita yang menghormati dirinya
sendiri, sopan dan tahu etiket. Dengan menghormati dirinya
sebetulnya wanita sedang menunjukkan kepada pria bagaimana
dia harus diperlakukan.

9.Menyukai Diri Sendiri
Wanita yang menyukai dirinya selalu tampak lebih menarik
dibandingkan wanita yang kurang menyukai dirinya. Ia selalu
tersenyum ketika melihat wajahnya di cermin, merawat tubuhnya,
meningkatkan kualitas hidupnya dan berusaha memberi yang
terbaik bagi dirinya. Dengan menyukai diri sendiri, ia
memancarkan pesona yang membuat pria menyukainya juga.

10.Simpatik
Pria sangat mengagumi wanita yang murah hati, suka
memperhatikan orang lain, senang menghibur yang susah, tidak
pandang bulu dan tidak bergaya ekslusif. Kebaikan yang mengalir
dengan wajar dan spontan mencerminkan hati yang mulia. Ada
inner beauty yang memancar keluar dengan indah dan
mempesona.

Penebang Kayu Kehilangan Kapak

Alkisah, ada seorang penebang kayu. Suatu hari dia kehilangan kapaknya, sehingga dia tidak bisa bekerja. Dia mencurigai tetangganya yang mencuri kapaknya.

Pagi itu ketika sang tetangga berangkat & menutupi peralatan kerjanya dengan kain, rasanya kapaknya pasti disembunyikan disana, apalagi tetangga ini senyumnya terasa tidak tulus.

Pasti dia pencurinya.Besoknya, tetangganya bahkan terasa jadi ramah berlebihan karena biasanya jarang menyapa, kali ini menyempatkan berbasa-basi. Apalagi dilihat hasil tebangan kayunya dua hari ini banyak sekali, pasti dia menebang menggunakan kapak curiannya.

Semakin dipikir semakin yakin. Pada hari ketiga baru disadari ternyata kapaknya tersimpan di laci dapur. Istrinya yang sedang keluar kota menyimpankan disana. Senang benar hatinya karena kapaknya dapat ditemukan kembali.

Dia amati lagi tetangganya yang lewat, dan diamerasa tetangga ini tidak berkelakuan seperti pencuri & senyumnya juga tulus-tulus saja. Bahkan percakapannya terasa sangat wajar dan jujur.

Dia heran kenapa kemarin dia melihat tetangganya seperti pencuri?

Persepsi membentuk kenyataan, pikiran kita membentuk sudut pandang kita. Apa yang kita yakini akan semakin terlihat oleh kita sebagai kenyataan.

Sebagai contoh, apapun yang dilakukan orang yang kita cintai adalah baik dan benar. Anak nakal dianggap lucu, kekasih pelit dianggap berhemat, orang cerewet dibilang perhatian, keras kepala dibilang berprinsip & makanan tidak enak dibilang bergizi.

Hidup tidak pernah & tidak ada yang adil, tidak ada benar salah, kita ciptakan sudut pandang kita sendiri. Kita menemukan apa yang kita ingin temukan. Apa yang terlihat bukan kenyataan, kenyataan adalah siapa kita & bagaimana kita memandang semuanya itu. Pandangan kita berubah mengikuti perubahan jaman & keadaan.